TUGAS MAKALAH SMAKU…..

MENANGGAPI BENCANA DISEKITAR KITA

Kata Pengantar

Om Swastyastu

Budi Pekerti merupakan suatu pengetahuan yang erat kaitannya dengan kepribadian seseorang daolam kehidupan sehari-hari. Konsep-konsep dalam ajaran budi pekerti sangatlah membantu kita dalam berinteraksi dengan sesame manusia, dan lingkungan. Dalam budi pekerti kita diajarkan tentang hubungan kita sebagai manusia dengan Tuhan, sesame manusia dan lingkungan kita. Hal ini erat hubungannya dengan konsep Tri Hita Karana. Dengan mempelajari budi pekerti kita bisa lebih membentuk sifat berbudi pekerti luhur kita.

Dalam kaitannya dengan lingkungan, budi pekerti juga membahasnya. Sebagai manusia hendaknya kita menghormati dan menjaga kelestarian lingkungan kita. Dengan menjaga lingkungan kita, maka kita turut menjamin masa depan yang cerah bagi anak cucu kita.

Di dalam makalah ini akan dibahas mengenai banjir rob akibat penebangan hutan mangrove. Hutan mangrove merupakan bagian penting dalam kehidupan manusia utamanya yang tinggal di daerah pesisir. Di makalah ini akan dibahas mulai dari manfaat hutan mangrove dan akibat yang ditimbulkan dari penebangan hutan mangrove serta berisi tanggapan dan solusi penyusun makalah ini.

Makalah ini disusun secara sistematis berdasarkan fakta yang ada dan mengacu pada sistematika makalah. Dengan adanya makalah ini penyusun berharap agar pelajar terutamnya pelajar SMA N 1 Pekutatan karena dengan para generasi muda tahu betapa besarnya manfaat hutan mangrove akan menjadikan mereka generasi yang cinta alam. Namun bagaimanapun kami menyusun makalah ini pasti kiranya ada yang kurang, tapi jadikanlah makalah sebagai acuan para pembaca agar mau lebih mencintai lingkungan kita.

Om Santih, Santih, Santih, Om

 

 

Penyusun

AGUS SUECA DAN KAWAN-KAWAN SMANTAN

 

 

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang

Melihat kondisi di zaman ini, hendaknya perlu kita perhatikan bahwa seiring waktu berjalan kondisi lingkungan alam di dunia ini cenderung berubah dari tahun-tahun sebelumnya. Ditahun 2010 ini, bencana-bencana yang melanda negeri kita Indonesia tercinta semakin parah saja. Dimulai dari gempa bumi dan tsunami di Kepulauan Mentawai, banjir di berbagai daerah, tanah longsor, angin puting beliung dan yang masih hangat hingga sekarang adalah letusan Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan DIY.

Oleh sebab itu perlu adanya penyadaran akan bahaya dari bencana-bencana diatas.Terutamanya mengenai banjir rob yang melanda daerah – daerah pesisir Indonesia seperti Jakarta dan khususnya untuk Bali yang walaupun masih jarang terjadi. Melalui bahasan mengenai pentingnya hutan mangrove bagi wilayah pesisir yang pantainya hampir sejajar  dengan laut seperti Jakarta dan Semarang. Sering kita dengar di media masa bahwa Jakarta sering terjadi banjir rob yang melanda hampir setiap hari daerah pesisir utara Jakarta. Banyak pakar mengatakan bahwa daerah Jakarta Utara tanahnya mengalami penurunan dalam 30 tahun terakhir akibat penyedotan air tanah yang berlebihan hal ini kian diperparah oleh rusaknya hutan mangrove didaerah pesisir Jakarta Utara.

Oleh karena itu perlu adanya tindakan yang serius dalam menangani masalah lingkungan ini. Dari semua komponen bangsa dan Negara tidak hanya pemerintah saja ataupun hanya masyarakat saja karena dengan bersatu padunya semua komponen bangsa hal itu dapat ditanggulangi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tujuan

  1. Untuk mengetahui manfaat dari hutan Mangrove.
  2. Untuk mengetahui penyebab rusaknya hutan Mangrove di daerah pesisir.
  3. Untuk mengetahui dampak negative dari rusaknya hutan Mangrove.
  4. Untuk mengetahui cara mengatasi kerusakan hutan Mangrove.

 

 

 

Manfaat

  1. Agar kita mengetahui maanfaat dari hutan Mangrove bagi kehidupan manusia.
  2. Agar para para pelajar lebih mencintai lingkungan sekitarnya terutama hutan Mangrove.
  3. Agar masyarakat lebih memahami mengenai keberadaan hutan mangrove itu sendiri.

 

 

 

Rumusan masalah

  1. Apa manfaat hutan Mangrove?
  2. Apa yang menyebabkan rusaknya hutan mangrove?
  3. Apa akibat yang ditimbulkan dari rusaknya hutan Mangrove?
  4. Bagaimana cara mengatasi kerusakan hutan mangrove?

 

 

 

 

Metode Penulisan

Metode penulisan yang kami gunakan dalam pembuatan makalah ini adalah metode pustaka dimana kami mencari informasi dari website dan media masa.

 

 

BAB II ISI

Landasan Teori

Isu lingkungan hidup pertama kali diangkat sebagai agenda dalam hubungan internasional pada tahun 1970-an. Hal ini ditandai dengan diselenggarakannya Konferensi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) tentang limgkungan hidup pada tahun 1972 di Stockholm, Swedia. Bersamaan dengan didirikannya United Nation Environment Program (UNEP) sebuah badan PBB yang bertugas untuk membicarakan sekaligus mencari jalan keluar yang baik terhadap pemecahan masalah lingkungan hidup.

Kerusakan lingkungan hidup menjadi perbincangan dalam hubungan internasional dimana actor-aktor non-negara memainkan peranan penting dalam merespon permasalahan lingkungan hidup secara khusus lingkungan hidup itu sendiri diartikan sebagai seluruih kondisi eksternal yang mempengaruhi kehidupan dan peranan organisme.

Salah satu penyebab kerusakan lingkungan terjadi dikarenakan perusahan multinasional hanya memperhatikan peningkatan sektor permintaan (demand) sebagai indikasi peningkatan sector produksi demi terciptanya akuulasi modal tanpa memperhatikan degradasi lingkungan yang ada, degradasi atau kerusakan lingkungan hidup di Indonesia telah berada dalam tahap yang mengkhawatirkan terutama dalam dalam hal pencemaran air akibat limbah industri dan pembangunan perkotaan. Jumlah penduduk diperkirakan masih bertambah, baik nasional maupun global. Sehingga tampillah keharusan merubah pembangunan konvensional ke pola pembangunan berkelanjutan.

Terdapat berbagai macam cara dalam menjaga dan merawat lingkungan hidup di sekitar kita. Pembudidayaan hutan mangrove salah satunya. Hutan mangrove memiliki berbagai macam fungsi seperti penjaga kualitas air, pencegah abrasi, penjaga system dan prose salami, pengatur fungsi hidrologis dan sebagaunya.

Indonesia sendiri sebagai Negara tropis memiliki hutan mangrove terbesar didunia, luasnya mencapai antara 2,5 hingga 4,5 juta hektar.

 

Belakangan ini hutan mangrove di Indonesia mengalami penurunan luas wilayah, terutama kawasan Jakarta Utara. Pembangunan kawasan elite di atas lahan hutan mangrove di wilayah Jakarta Utara menyabebkan meningkatnya intrusi air laut ke darat yang menyebabkan makin parahnya banjir di Jakarta, meningkatnya abrasi, hilangnya habitat flora dan fauna di daerah tersebut. Seperti gambar dibawah, merupakan salah satu bencana akibat rusaknya hutan mangrove di Jakarta. Terlihat air menggenangi jalan, perumahan, gedung perkantoran.

 

 

 

 

Pembahasan Masalah

  1. Ada banyak manfaat dari hutan Mangrove bagi kehidupan manusia
    1. Mencegah meluapnya air laut ke pemukiman masyarakat pesisir pada saat pasang air laut tejadi.
    2. Sebagai tempat berbagi organisme laut seperti ikan-ikan kecil sehingga bisa dijadikan tempat pencarian ikan.
    3. Mencegah efek yang lebih besar pada saat terjadi gelombang Tsunami.
    4. Mencegah terjadinya Abrasi seperti yang biasa terjadi di Semarang sehingga tidak perlu membangun pemecah ombak dan sebagainya yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
    5. Ada berbagai penyebab terjadinya kerusakan terhadap hutan Mangrove, diantaranya :
      1. Penebangan hutan mangrove secara illegal oleh oknum-oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab.
      2. Tidak dilakukannya reboisasi setelah penebangan hutan Mangrove terjadi.
      3. Tidak dilakukannya tebang pilih pada saat penebangan hutan.
      4. Tidak adanya konservasi lingkungan hutan Mangrove baik oleh pemerintah ataupun masyarakat.
      5. Pencemaran laut yang menyebabkan pohon-pohon mangrove mati.
      6. Adanya alih fungsi hutan menjadi kota swasta seperti daerah Pantai Kapuk Jakarta Utara.
      7. Adapun akibat dari rusaknya hutan Mangrove yaitu:
        1. Terjadinya banjir rob di daerah pesisir pantai.
        2. Terjadinya abrasi.
        3. Terjadinya penaikan ketinggian air laut yang mengakibatkan luas daratan berkurang.
        4. Terjadinya polusi udara yang lebih parah akibat kerusakan hutan Mangrove. Dan masih banyak lagi dampak lainnya.
        5. Cara mengatasi masalah kerusakan hutan Mangrove adalah
          1. Melakukan reboisasi pada daerah hutan Mangrove yang terlanjur dieksploitasi.
          2. Mengembalikan fungsi lahan pesisir sebagai kawasan hijau hutan Mangrove.
          3. Lebih ditegakkannya hukum mengenai eksploitasi hutan khususnya hutan mangrove.
          4. Menggalakkan gerakan 1 orang menanam 1 pohon.
          5. Lebih menggiatkan gerakan cinta alam pada generasi muda dan masih banyak lagi usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi maslah ini.

 

 

 

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Dari kedua gambar tersebut dapat kami tanggapi yaitu, dari gambar pertama terlihat menghijaunya hutan mangrove dipesisir pantai Jakarta Utara sekitar tahun 1990. namun di tahun 2010 di pesisir pantai Jakarta Uatar sudah berubah, seperti gambar dibawah ini:

 

Dari gambar diatas jelas menunjukkan perubahan pesisir pantai yang sangat drastis yang awalnya hijau menghijau, dan tegak berisi pepohonan kini banyak gedung-gedung pencakar langit. Sungguh menakjubkan bukan, dalam kurun waktu yang cukup singkat daerah yang awalnya hanya rawa-rawa telah menjelma menjadi kota modern. Sungguh ironis, tempat yang awalnya sebagai penyeimbang ekosistem di Jakarta kini tidak bias lagi sebagai penyeimbang.

Udara yang dulunya bersih dan segar dihirup, kini tak bias lagi dihirup masyarakat Jakarta, malahan Jakarta kini mendapat kejutan akibat pasang maupun hujan deras seperti gambar nomer 2 diatas. Bahkan banjir kini telah menjadi santapan setiap warga Jakarta, sungguh disayangkan sampai saat ini belum ada upaya nyata dari pemerintah yang dirasakan warga dalam penanggulangan banjir.

 

 

 

Saran-Saran

Saran yang bisa kami berikan adalah pemerintah sebaiknya menegakkan aturan seperti penebangan hutan, alih fungsi lingkungan, dan aturan yang menyangkut lingkungan, karena dengan ditegakkannya aturan tersebut tidak ada lagi kerusakan lingkungan serta mulai meniru Negara Belanda yang jarang terkena banjir pdahal ketinggian daratannya sampai 100 meter dibawah permukaan air laut. Selain itu juga untuk masyarakat Indonesia pada umunya dan khususnya masyarakat Jembrana agar lebih mencintai lingkungan dengan cara yang sederhana seperti buang sampah pada tempatnya, tidak menebang hutan sembarangan dan hal-hal positif lainnya yang dapat menjaga lingkungan sekitar kita. Dan untuk pihak-pihak berwajib agar agar lebih tegas memberikan sanksi kepada oknum-oknum yang tak bertangguang jawab seperti cukong penebang hutan illegal. Serta banyaknya dampak negative dari berkurangnya luas wilayah hutan mangrove perlu dihentikan, pembudidayaan hutan mangrove perlu ditingkatkan untuk menjaga lingkungan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: